Analisis Jurnal Akuntansi 1
Topik Penelitian :PENGARUH PENERAPAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP PENCEGAHAN FRAUD PENGADAAN BARANG
Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis dampak pengendalian internal dalam pencegahan kemungkinan penyimpangan dalam proses pelelangan.
Teori Yang Digunakan :
A. Konsep
Pengendalian Internal
Pengertian pengendalian internal telah
mengalami perubahan baik dalam konsep maupun komponen-komponennya sesuai dengan
perkembangan dunia bisnis yang semakin kompleks.
Pengendalian internal dapat digunakan untuk:
1.
Menjaga keamanan harta milik perusahaan
2.
Memberikan keyakinan bahwa laporan- laporan yang disampaikan kepada
pimpinan adalah benar
3.
Meningkatkan efisiensi usaha
4.
Memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan
telah dijalankan dengan baik.
Pengendalian internal mencakup lima komponen
dasar kebijakan prosedur yang dirancang manajemen untuk memberikan keyakinan
yang memadai bahwa tujuan tertentu perusahaan dapat dipenuhi. Arens (2004; 273)
mengemukakan bahwa:
"Internal control includes five
categories of controls that management design and implements to provide
reasonable assurance that management's control objectives win be met. These are
caned component of internal control and are:
1.
Control Environment
2.
Risk Assessment
3.
Information and Commu- nication
4.
Control Activities
5.
Monitoring
Konsep Pencegahan Fraud Pengadaan Barang
Menurut Tuanakotta (2007:159) ada
ungkapan yang secara
mudah ingin menjelaskan penyebab
atau akar permasalahan dari fraud. Ungkapan itu adalah: fraud by need, by greed
and by opportunity. Ungkapan tersebut diartikan jika kita ingin mencegah fraud,
hilangkan atau tekan sekecil mungkin penyebabnya.
Menurut Hall (2001), fraud menunjuk pada
penyajian fakta yang bersifat material secara salah yang dilakukan oleh satu
pihak ke pihak lain dengan tujuan untuk membohongi dan mempengaruhi pihak lain
untuk bergantung pada fakta tersebut, fakta yang akan merugikannya dan berdasarkan
hukum yang berlaku, suatu tindakan yang curang (fraudulent act) harus memenuhi
lima kondisi ini:
1. Penyajian yang salah. Harus terdapat
laporan yang salah atau tidak diung-kapkan;
2. Fakta yang sifatnya material. Suatu fakta
harus merupakan faktor yang substansial yang mendorong seseorang untuk
bertindak.
3. Tujuan. Harus terdapat tujuan untuk menipu
atau pengetahuan bahwa laporan tersebut salah;
4. Ketergantungan yang
dapat dijustifikasi. Penyajian
yang salah harus me-rupakan factor yang substansial yang menyebabkan pihak lain
merugi karena ketergantungannya;
Perbuatan tidak adil atau kerugian.
Kebohongan tersebut telah menyebab-kan ketidakadilan atau kerugian bagi korban
fraud.
Fraud terjadi pada dua tingkatan, yaitu fraud
pegawai dan fraud manajemen.
1. Fraud pegawai atau fraud oleh pegawai
non-manajemen, biasanya ditujukan untuk
langsung mengkonversi kas atau aktiva lainnya untuk keuntungan pegawai
tersebut. Fraud pegawai biasanya melibatkan tiga langkah: (1) mencuri sesuatu
yang berharga (sebuah aktiva), (2) mengkonversi aktiva tersebut ke bentuk yang
dapat digunakan (kas), dan (3) menutupi kejahatannya agar tidak diketahui.
2. Kedua,
Fraud manajemen lebih tersembunyi dan membahayakan daripada
fraud pegawai dan seringkali lolos dari deteksi sampai organisasi tersebut
menderita kerugian atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Fraud manajemen biasanya terdiri atas tiga karakter
ini: (a) Fraud ini dilakukan pada tingkat manajemen di atas tingkat manajemen
di mana struktur kontrol internal biasanya berkaitan; (b) Fraud ini biasanya
melibatkan penggunaan laporan keuangan untuk menciptakan ilusi bahwa entitas
lebih sehat dan lebih makmur dari kenyataannya; (c) Jika fraud tersebut
melibatkan pernyataan aktiva secara salah, ia biasanya dikelilingi oleh
transaksi bisnis yang kompleks, yang sering kali melibatkan
pihak ketiga.
Metode Penelitian :
Metode penelitian yang digunakan dalam analisis ini adalah metode kuisioner dan eksplanatory
Hasil Penelitian :
Pada pengujian hipotesis ini, hipotesis yang
menyatakan bahwa lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan
pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan secara parsial
berpengaruh terhadap pencegahan fraud pengadaan barang telah terbukti melalui
pengujian hipotesis yang telah dilakukan.
Kesimpulan :
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa
terdapat pengaruh pada penerapan lingkungan pengendalian, penilaian resiko,
kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan baik secara parsial
maupun simultan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang.
Komentar :
Komentar yang dapat saya
berikan adalah, peneliti dapat menyajikan teori secara detail, menjelaskan
argumen teoritis yang kuat, menggunakan struktur kalimat dan gaya bahasa
yang jelas sehingga isi dari artikel ini
mudah dipahami oleh pembaca
Analisis Jurnal Akuntansi 2
Topik Penelitian :Topik yang diangkat dalam jurnal akuntansi 2 ini mengenai “Earnings Management
Value Relevance Of Earnings And Book
Value Of Equity”.
Tujuan Penelitian : Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk meneliti pengaruh dari earnings management yang dilakukan
secara terintegrasi dengan analisis faktor pada relevansi nilai earnings dan
nilai buku ekuitas (book value of equity).
Teori Yang Digunakan :
Nilai Relevansi Informasi akuntansi
Baru-baru ini penelitian tentang nilai
relevansi akuntansi informasi telah
dikembangkan untuk mencangkup semua unsur laporan keuangan seperti
neraca, laporan laba rugi, dan arus kas dari operasi (Ohlson, 1995; Feltham dan
Ohlson, 1995).
Ada
dua jenis model penelitian umumnya diterapkan untuk menyelidiki hubungan antara
:
a.
Model harga untuk nilai relevansi akuntansi informasi
b.
Model harga dan model kembali
Kemudian , diuraikan penjelasan gabungan
kekuatan laba dan nilai buku menjadi tiga komponen ;
1.
Jelas inkremental kekuatan laba ,
2.
Incremental kekuatan penjelas dari nilai buku , dan
3.
Kekuatan penjelas umum untuk kedua laba dan nilai buku .
Tujuannya
adalah untuk menguji apakah laba dan nilai buku bertindak sebagai pengganti
untuk satu sama lain dalam
menjelaskan harga.
Manajemen Laba dan Nilai Relevansi Laba dan
Nilai Buku
Hubungan antara nilai relevansi
akuntansiinformasi dan manajemen labamampu dijelaskan melalui laba kualitas. Lo
(2007 ) berpendapat bahwa manajemen labaterkait dengan kualitas laba . Lo(2007
) juga menyatakan bahwa sangat berhasil labamemiliki kualitas yang rendah . Ini
berarti bahwa pendapatan tindakan manajemen akan mengurangi pendapatankualitas
yaitu keandalan pendapatan . relevansiinformasi akuntansi dalam penilaian
darisuatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh wawasan pasar darikeandalan
informasi ( Whelan danMcNamara , 2004) . Dugaan kurangnya pendapatankeandalan
memiliki konsekuensi di pasarinklusi ketergantungan kurang pada pendapatan di
bursaproses penilaian . Itu berarti bahwa pendapatantindakan manajemen
mempengaruhi nilai relevansilaba negatif .Studi tentang hubungan antara
relevansi nilai informasi akuntansi dan manajemen laba masih perlu dilakukan
secara terus menerus dengan lebih mendalam investigasi dalam pandangan berbagai
kritik tentang model manajemen laba. Namun, Penelitian ini diarahkan mencari
bukti manajemen laba menderita dari sejumlah keterbatasan berkaitan dengan
masalah metodologi. Oleh karena itu, penelitian ini mampu menjembatani
kesenjangan.
Manajemen Laba Terpadu dan Hubungan Nilai Revaluasi Akuntansi
Informasi
Laba terpadu model pengelolaan Ide ini
diperkenalkan oleh Leuz, dkk. (2003). Para peneliti menggabungkan antara laba
smoothing nilai dan kebijaksanaan yang dilaporkan laba (akrual diskresioner).
Prosedur kombinasi ini rata-rata dari
peringkat mencetak gol dari setiap pengukuran. Jenis pengukuran manajemen laba
dan formula pengukuran adalah:
1)
Smoothing dilaporkan laba menggunakan akrual operasi;
2)
Smoothing dan korelasi antara perubahan akrual akuntansi dan operasi
arus kas;
3)
Kebijaksanaan laba yang dilaporkan: besarnya akrual;
4)
Kebijaksanaan di laba yang dilaporkan: penghindaran kerugian kecil
Penelitian ini mengintegrasikan antara
manajemen laba nyata, jangka pendek dan jangka panjang akrual manajemen laba.
Itu manajemen laba nyata adalah manipulasi kegiatan operasi real yang dilakukan
oleh manajemen yang menyimpang dari bisnis normal praktek, yang dilakukan
dengan tujuan utama memenuhi ambang batas pendapatan tertentu (Roychowdhury,
2006).
Tujuan dari manajemen laba berdasarkan
kegiatan manipulasi adalah mendeteksi nyata manipulasi kegiatan operasi sekitar
laba batas nol. Kesegaran model ini telah diperiksa menunjukkan kegiatan nyata
yang normal antara perusahaan-tahun melaporkan laba tahunan kecil mencerminkan
laba manajemen untuk menghindari kerugian atau tanggapan optimal untuk berlaku
keadaan ekonomi.
Metode Penelitian
:
Metode penelitian yang digunakan analisis
adalah metode prosedur dan sampling data.
Hasil Penelitian
:
Hasil penelitian menunjukkan bahwa earnings
dan nilai buku ekuitas bersifat relevan dalam mengukur nilai pasar perusahaan,
dan earnings management yang terintegrasi menurunkan nilai relevansi earnings
dan nilai buku ekuitas.
Kesimpulan
:
Penelitian ini mencoba untuk menyesuaikan dan
mengintegrasikan manajemen laba model yang ada model. penyesuaian tersebut
pengganti salah satu variabel dari model regresi digunakan untuk menghitung
indeks manajemen laba. itu variabel adalah 1/At-1 diganti dengan 1/Log. At-1.
Penyesuaian tersebut mampu meningkatkan jelas kekuatan estimasi manajemen.
Komentar
:
Berbeda dengan jurnal akuntansi 1 yang saya
analisis sebelumnya, pada jurnal akuntansi 2 ini bahasa yang digunakan terlalu
kompleks dengan gaya bahasa yang amat sulit untuk di mengerti, juga dalam
penulisan tidak sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah pada umunya. Contoh dalam
penulisan abstraknya masih banyak terdapat kesalahan, tidak sesuai dengan
syarat penulisan abstrak yaitu abstrak terdiri dari maksimal 250 kata. Namun
pada jurnal 2 ini lebih dari 250 kata. Juga dalam abstrak seharusnya berisi
pernyataan yang singkat padat dan jelas.
0 comments:
Post a Comment