Friday, 25 December 2015


Analisis Jurnal Akuntansi 1

Topik Penelitian       :PENGARUH PENERAPAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP                                          PENCEGAHAN FRAUD PENGADAAN BARANG


Tujuan Penelitian     : Untuk menganalisis dampak pengendalian internal dalam                                                                      pencegahan kemungkinan penyimpangan dalam proses pelelangan.

Teori Yang Digunakan   :
A.     Konsep Pengendalian Internal
Pengertian pengendalian internal telah mengalami perubahan baik dalam konsep maupun komponen-komponennya sesuai dengan perkembangan dunia bisnis yang semakin kompleks.

Pengendalian internal dapat digunakan untuk:
1.      Menjaga keamanan harta milik perusahaan
2.      Memberikan keyakinan bahwa laporan- laporan yang disampaikan kepada pimpinan adalah                benar
3.      Meningkatkan efisiensi usaha
4.      Memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan telah dijalankan dengan baik.

Pengendalian internal mencakup lima komponen dasar kebijakan prosedur yang dirancang manajemen untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan tertentu perusahaan dapat dipenuhi. Arens (2004; 273) mengemukakan bahwa:

"Internal control includes five categories of controls that management design and implements to provide reasonable assurance that management's control objectives win be met. These are caned component of internal control and are:
1.      Control Environment
2.      Risk Assessment
3.      Information and Commu- nication
4.      Control Activities
5.      Monitoring

Konsep Pencegahan Fraud Pengadaan Barang

Menurut Tuanakotta (2007:159) ada ungkapan  yang  secara  mudah  ingin menjelaskan penyebab atau akar permasalahan dari fraud. Ungkapan itu adalah: fraud by need, by greed and by opportunity. Ungkapan tersebut diartikan jika kita ingin mencegah fraud, hilangkan atau tekan sekecil mungkin penyebabnya.
Menurut Hall (2001), fraud menunjuk pada penyajian fakta yang bersifat material secara salah yang dilakukan oleh satu pihak ke pihak lain dengan tujuan untuk membohongi dan mempengaruhi pihak lain untuk bergantung pada fakta tersebut, fakta yang akan merugikannya dan berdasarkan hukum yang berlaku, suatu tindakan yang curang (fraudulent act) harus memenuhi lima kondisi ini:
1. Penyajian yang salah. Harus terdapat laporan yang salah atau tidak diung-kapkan;
2. Fakta yang sifatnya material. Suatu fakta harus merupakan faktor yang substansial yang mendorong seseorang untuk bertindak.
3. Tujuan. Harus terdapat tujuan untuk menipu atau pengetahuan bahwa laporan tersebut salah;
4. Ketergantungan  yang  dapat  dijustifikasi. Penyajian yang salah harus me-rupakan factor yang substansial yang menyebabkan pihak lain merugi karena ketergantungannya;
Perbuatan tidak adil atau kerugian. Kebohongan tersebut telah menyebab-kan ketidakadilan atau kerugian bagi korban fraud.

Fraud terjadi pada dua tingkatan, yaitu fraud pegawai dan fraud manajemen.

1. Fraud pegawai atau fraud oleh pegawai non-manajemen, biasanya  ditujukan  untuk  langsung mengkonversi kas atau aktiva lainnya untuk keuntungan pegawai tersebut. Fraud pegawai biasanya melibatkan tiga langkah: (1) mencuri sesuatu yang berharga (sebuah aktiva), (2) mengkonversi aktiva tersebut ke bentuk yang dapat digunakan (kas), dan (3) menutupi kejahatannya agar tidak diketahui.
2. Kedua,  Fraud  manajemen  lebih tersembunyi dan membahayakan daripada fraud pegawai dan seringkali lolos dari deteksi sampai organisasi tersebut menderita kerugian atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Fraud  manajemen biasanya terdiri atas tiga karakter ini: (a) Fraud ini dilakukan pada tingkat manajemen di atas tingkat manajemen di mana struktur kontrol internal biasanya berkaitan; (b) Fraud ini biasanya melibatkan penggunaan laporan keuangan untuk menciptakan ilusi bahwa entitas lebih sehat dan lebih makmur dari kenyataannya; (c) Jika fraud tersebut melibatkan pernyataan aktiva secara salah, ia biasanya dikelilingi  oleh  transaksi  bisnis  yang kompleks, yang sering kali melibatkan pihak ketiga.

Metode Penelitian : 
Metode penelitian yang digunakan dalam analisis ini adalah metode kuisioner dan eksplanatory

Hasil Penelitian     :
Pada pengujian hipotesis ini, hipotesis yang menyatakan bahwa lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan secara parsial berpengaruh terhadap pencegahan fraud pengadaan barang telah terbukti melalui pengujian hipotesis yang telah dilakukan.

Kesimpulan         : 
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terdapat pengaruh pada penerapan lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan baik secara parsial maupun simultan terhadap pencegahan fraud pengadaan barang.

Komentar            :
Komentar yang dapat saya berikan adalah, peneliti dapat menyajikan teori secara detail, menjelaskan argumen teoritis yang kuat, menggunakan struktur kalimat dan gaya bahasa yang  jelas sehingga isi dari artikel ini mudah dipahami oleh pembaca



Analisis Jurnal Akuntansi 2

Topik Penelitian       :Topik yang diangkat dalam jurnal akuntansi 2 ini mengenai “Earnings Management Value Relevance Of Earnings And Book  Value Of Equity”.

Tujuan Penelitian     : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh dari earnings management yang dilakukan secara terintegrasi dengan analisis faktor pada relevansi nilai earnings dan nilai buku ekuitas (book value of equity).


Teori Yang Digunakan   :

Nilai Relevansi Informasi akuntansi
Baru-baru ini penelitian tentang nilai relevansi akuntansi informasi telah   dikembangkan untuk mencangkup semua unsur laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi, dan arus kas dari operasi (Ohlson, 1995; Feltham dan Ohlson, 1995).
  Ada dua jenis model penelitian umumnya diterapkan untuk menyelidiki hubungan antara :
a.      Model harga untuk nilai relevansi akuntansi informasi
b.      Model harga dan model kembali  
Kemudian , diuraikan penjelasan gabungan kekuatan laba dan nilai buku menjadi tiga komponen ;
1.      Jelas inkremental kekuatan laba ,
2.      Incremental kekuatan penjelas dari nilai buku , dan
3.      Kekuatan penjelas umum untuk kedua laba dan nilai buku .
      Tujuannya adalah untuk menguji apakah laba dan nilai buku bertindak sebagai pengganti untuk satu     sama lain dalam menjelaskan harga.
Manajemen Laba dan Nilai Relevansi Laba dan Nilai Buku
Hubungan antara nilai relevansi akuntansiinformasi dan manajemen labamampu dijelaskan melalui laba kualitas. Lo (2007 ) berpendapat bahwa manajemen labaterkait dengan kualitas laba . Lo(2007 ) juga menyatakan bahwa sangat berhasil labamemiliki kualitas yang rendah . Ini berarti bahwa pendapatan tindakan manajemen akan mengurangi pendapatankualitas yaitu keandalan pendapatan . relevansiinformasi akuntansi dalam penilaian darisuatu perusahaan dapat dipengaruhi oleh wawasan pasar darikeandalan informasi ( Whelan danMcNamara , 2004) . Dugaan kurangnya pendapatankeandalan memiliki konsekuensi di pasarinklusi ketergantungan kurang pada pendapatan di bursaproses penilaian . Itu berarti bahwa pendapatantindakan manajemen mempengaruhi nilai relevansilaba negatif .Studi tentang hubungan antara relevansi nilai informasi akuntansi dan manajemen laba masih perlu dilakukan secara terus menerus dengan lebih mendalam investigasi dalam pandangan berbagai kritik tentang model manajemen laba. Namun, Penelitian ini diarahkan mencari bukti manajemen laba menderita dari sejumlah keterbatasan berkaitan dengan masalah metodologi. Oleh karena itu, penelitian ini mampu menjembatani kesenjangan.

Manajemen Laba Terpadu  dan Hubungan Nilai Revaluasi Akuntansi Informasi
Laba terpadu model pengelolaan Ide ini diperkenalkan oleh Leuz, dkk. (2003). Para peneliti menggabungkan antara laba smoothing nilai dan kebijaksanaan yang dilaporkan laba (akrual diskresioner).
Prosedur kombinasi ini rata-rata dari peringkat mencetak gol dari setiap pengukuran. Jenis pengukuran manajemen laba dan formula pengukuran adalah:
1)      Smoothing dilaporkan laba menggunakan akrual operasi;
2)      Smoothing dan korelasi antara perubahan akrual akuntansi dan operasi arus kas;
3)      Kebijaksanaan laba yang dilaporkan: besarnya akrual;
4)      Kebijaksanaan di laba yang dilaporkan: penghindaran kerugian kecil
Penelitian ini mengintegrasikan antara manajemen laba nyata, jangka pendek dan jangka panjang akrual manajemen laba. Itu manajemen laba nyata adalah manipulasi kegiatan operasi real yang dilakukan oleh manajemen yang menyimpang dari bisnis normal praktek, yang dilakukan dengan tujuan utama memenuhi ambang batas pendapatan tertentu (Roychowdhury, 2006).
Tujuan dari manajemen laba berdasarkan kegiatan manipulasi adalah mendeteksi nyata manipulasi kegiatan operasi sekitar laba batas nol. Kesegaran model ini telah diperiksa menunjukkan kegiatan nyata yang normal antara perusahaan-tahun melaporkan laba tahunan kecil mencerminkan laba manajemen untuk menghindari kerugian atau tanggapan optimal untuk berlaku keadaan ekonomi.

Metode Penelitian : 
Metode penelitian yang digunakan analisis adalah metode prosedur dan sampling data.

Hasil Penelitian     :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa earnings dan nilai buku ekuitas bersifat relevan dalam mengukur nilai pasar perusahaan, dan earnings management yang terintegrasi menurunkan nilai relevansi earnings dan nilai buku ekuitas.

Kesimpulan         : 
Penelitian ini mencoba untuk menyesuaikan dan mengintegrasikan manajemen laba model yang ada model. penyesuaian tersebut pengganti salah satu variabel dari model regresi digunakan untuk menghitung indeks manajemen laba. itu variabel adalah 1/At-1 diganti dengan 1/Log. At-1. Penyesuaian tersebut mampu meningkatkan jelas kekuatan estimasi manajemen.

Komentar            :
Berbeda dengan jurnal akuntansi 1 yang saya analisis sebelumnya, pada jurnal akuntansi 2 ini bahasa yang digunakan terlalu kompleks dengan gaya bahasa yang amat sulit untuk di mengerti, juga dalam penulisan tidak sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah pada umunya. Contoh dalam penulisan abstraknya masih banyak terdapat kesalahan, tidak sesuai dengan syarat penulisan abstrak yaitu abstrak terdiri dari maksimal 250 kata. Namun pada jurnal 2 ini lebih dari 250 kata. Juga dalam abstrak seharusnya berisi pernyataan yang singkat padat dan jelas.

0 comments:

Post a Comment